Sabtu, 09 Juni 2012



MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

2. Cita-Cita

keinginan (kehendak) yg selalu ada di dl pikiran: ia berusaha mencapai ~ nya untuk menjadi petani yg baik,
 tujuan yg sempurna (yg akan dicapai atau dilaksanakan): untuk mewujudkan ~ nasional kita, kepentingan pribadi harus dikesampingkan.
Cita-cita ini, menurut Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0440/0/1992, 18 November 1992, diformulasikan menjadi: (1) Membentuk manusia susila yang cakap, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mempunyai keinsafan bertanggungjawab tentang kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya, untuk berdiri pribadi dalam mengusahakan ilmu pengetahuan maupun dalam memangku jabatan negeri atau pekerjaan masyarakat yang membutuhkan pendidikan dan pengajaran berilmu pengetahuan; (2) Mengembangkan dan memadukan ilmu pengetahuan; dan (3) Menyelenggarakan pembangunan, memelihara dan mengembangkan hidup kemasyarakatan serta kebudayaan.
sumber:


Contoh Cita-Cita :

  • Menjaga Motivasi: ”Kamu Bisa!”
Mahasiswa memasuki gerbang kuliah tentu dengan berbagai motivasi. Mungkin dari dalam diri mereka sendiri
atau dari dorongan pihak lain. Ketika memilih suatu program studi, mungkin karena dorongan berbagai hal. Bisa
jadi karena cita-cita yang mendarah daging sejak sekolah, sehingga ketika diterima merupakan mimpi yang
menjadi kenyataan. Cita-citanya untuk menjadi sesuatu yang diidamkan melalui program studi itu sudah
diambang pintu. Karena sesuai dengan pilihan itu, maka seorang mahasiswa akan bersemangat belajar dan
motivasinya tinggi untuk berhasil. Apapun tugas dan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi, mereka akan
berusaha keras. Bisa jadi juga, semula bersemangat karena program studi yang dipilih merupakan keinginannya
dari dalam diri (hati). Akan tetapi setelah menapaki pintu di kelas dan melihat sekelingnya ternyata tidak sesuai
yang diimpikan. Tiba-tiba semangatnya luntur, tidak bergairah lagi menikmati tugas-tugas perkuliahan. Maka
keaadaan ini perlu diubah, agar terpelihara semangat yang disemaikan dari awal. Mungkin juga karena terpaksa
memasuki program studi, karena orang tua memaksa cita-cita pada anaknya. Prasangka orang tua bahwa
program studi tertentu memberi kepastian masa depan yang cerah. Karena kepatuhannya mungkin siswa
bersemangat atau memberontak, sehingga tidak fokus pada perkuliahannya. Bisa juga karena kebetulan pilihan
dan untung bisa diterima, sehingga semangatnya tidak militan dalam belajar dan tidak berjuang menjadi yang
terbaik di kelasnya


  • Dokter adalah seseorang yang mempunyai jasa menyembuhkan pasien atau seseorang yang sedang sakit. Dokter dapat menyembuhkan penyakit yang diderita pasien. Apabila aku besar nanti, aku akan menjadi dokter. Karena dokter adalah seseorang yang sangat berjasa. Aku ingin menjadi dokter karena dapat menyembuhkan pasien yang terkena penyakit. Dan di saat-saat ini aku akan belajar dengan sepandai-pandainya agar aku dapat meraih cita-citaku yang ingin menjadi dokter. Karena disaat kita kecil kita selalu dibahagiakan orang tua. Tapi saat kita akan menjadi orang yang sukses, kita harus membahagiakan orang tua.

Disaat aku kecil,aku selalu disayangi orang tua, tapi saat kita sudah besar, kita harus menyayangi orang tua kita. Aku mempunyai cita-cita menjadi dokter karena saat aku kecil waktu itu aku sedang sakit dan aku dibawa ke dokter. Dan saat itu aku akan menjadi dokter karena waktu itu aku sedang melihat seseorang yang kesakitan, dan aku melihat seorang dokter yang berjuang untuk mengobati pasien itu. Betapa besar jasa seorang dokter ketika mengobati pasiennya. Dan aku akan belajar sepandai-pandainya agar aku dapat meraih cita-citaku menjadi dokter.

Dan dokter telah berjuang demi pasiennya yang sedang sakit. Jasa seorang dokter tak akan aku lupakan. Karena dokter membantu dan berkorban untuk membantu menyembuhkan penyakit seseorang yang sedang melawan kesakitan. Tak akan kulupakan jasa seorang dokter yang amat besar memperjuangkan nyawa seseorang. Jika kau sakit, kau membantu menyembuhkanku, jasa mu tak ternilai dengan uang. Aku akan mengingat jasa mu yang mulia, tak akan kulupakan jasamu yang sangat besar.
Jika tak ada kau, orang –orang akan kesulitan menghadapi penyakit yang dideritanya. Karena itu aku akan menjadi dokter supaya bisa membantu orang-orang yang kesakitan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar