Selasa, 01 November 2011


WARGANEGARA & NEGAR

1.      SEBUTKAN SIFAT-SIFAT NEGARA

-Sifat memaksa
Sifat memaksa yang berarti bahwa Negara mempunyai kekuasaan untuk memakai kekerasan fisik secara legal.Untuk melaksanakan sifat ini Negara dilengkapidengan alat-alat negaraseperti politik dan tentara.

-Sifat monopoli
Sifat ini berarti bahwa Negara memiliki monopoli dalam menetapkan tujuan bersama masyarakat.Untuk mencapai tujuan ini Negara dapat melarang sesuatu organisasi politik tertentu berkembang yaitu: DI/TII,PKI.

-Sifat mencakup semua
Seluruh peraturan perundang-undangan yg dibuat Negara berlaku untuk semua orang tanpa kecuali.Hal ini berarti semua orang termaksud penyelenggaraan Negara harus patuh dan tunduk pada peraturan perundangan yg berlaku.


2.      SEBUTKAN 2 BENTUK NEGARA

CIRI-CIRI NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

Dalam era globalisasi seperti saat ini, kamajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu negara. Oleh karena itu untuk mengidentifikasi suatu negara apakah termasuk sebagai negara maju atau negara berkembang dapat dilihat dari kemajuan teknologi dan hasil pembangunannya.
Menentukan suatu negara tergolong negara maju atau negara berkembang tidak hanya dipandang dari sudut pendapatan per kapita negara tersebut. Banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan seperti perumbuhanpenduduk, tingkat kesehatan, tingkat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, angka kelahiran dan kematian, angka harapan hidup dan sebagainya.


1.      CIRI-CIRI NEGARA MAJU

Negara maju dapat didefinisikan sebagai suatu negara yang memiliki tingkat kemakmuran penduduk yang cukup tinggi, jika dibandingkan dengan negera lainnya. Adapun ciri-ciri negara maju, adalah sebagai berikut :
1. Sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor industri dan jasa
2. Pendapatan perkapitanya tinggi, yaitu di atas 10.000 US $.
3. Sektor pertanian dikelola secara intensif dan menggunakan alat- alat modern.
4. Sumber daya manusianya berkualitas baik/tinggi.
5. Pertumbuhan penduduk rendah yaitu 0,1% - 1% setiap tahunnya.
6. Angka kelahiran dan angka kemtian relatif rendah, sedangkan angka harapan hidup mencapai rata-rata di atas 67,5 tahun.
7. Tingkat pendidikan penduduknya tinggi.
8. Konsentrasi penduduk banyak di perkotaan.

Lebih kurang 20 negara maju di dunia termasuk dalam kategori negara Industri.Beberapa negara maju tergabung dalam salah satu forum kerja sama yang dikenal dengan nama G-8 (Group of Eight). Negara yang termasuk dalam kelompok G-8 adalah Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Kanada dan Rusia.

2.       CIRI-CIRI NEGARA BERKEMBANG

Negara berkembang adalah negara yang memiliki tingkat pendapatan per kapita yang rendah. Hal ini yang penyebabkan negara- negara berkembang terus berusaha bergerak maju membangun negaranya dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan penduduknya.
Adapun ciri-ciri negara berkembang, adalah sebagai berikut :

1. Sebagian besar penduduk bekerja di bidang pertanian.
2. Pendapatan per kapita rendah yaitu di bawah 10.000 US $.
3. Tingkat pertumbuhan penduduknya tinggi yaitu di atas 2 %
4. Tingkat pengangguran sangat tinggi dikarenakan kurangnya lapangan pekerjaan.
5. Kualitas sumber daya manusianya rendah, sehinga penguasaan ilmu dan teknologi terhambat.
6. Pendidikan formal dan non formal krang memadai.
7. Ketergantungan terhadap negara maju sangat tinggi.
8. Mayoritas penduduk tinggal di pedesaan.

Developing Eight (D-8) merupakan kelompok negara berkembang yang sebgian besar berpenduduk muslim. D-8 di bentuk pada 15 Juni 1997 di Istambul Turki. Tujuan utama D-8 adalah meningkatkan posisi negara berkembang dalam perekonomian dunia dan menciptakan kesempatan baru dalam kerja sama perdagangan antar negara-negara anggotanya. Ke delapan negara berkembang tersebut adalah Indonesia, Turki, Iran, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Nigeria dan Mesir.

Selain negara maju dan negara berkembang, terdapat pula negara industri baru yaitu negara yang perkembangan industrinya hampir sama dengan negara maju. Negara tersebut seperti Korea Selatan dan Singapura.

STUDI KASUS:
Minat perempuan Indonesia untuk menikah dengan pria asing semakin tinggi. Banyak alasan seorang wanita ingin menikah dengan pria berkebangsaan asing, alasan tersebut diantaranya: wanita berpikir jangka pendek yaitu ingin terpenuhi kebutuhan ekonomi secara mudah dan cepat, sebagian yang lain mempercayai bahwa menjadi istri laki-laki asing dapat meningkatkan harga diri, terpandang di masyarakat, kebutuhannya tercukupi dan memperbaiki keturunan. Di sisi lain, perempuan yang mempunyai minat menikah dengan pria asing menghadapi tekanan hukum negara, tekanan sosial dan tekanan kebudayaan. Secara hukum, pelaku kawin campur akan kehilangan hak kepemilikan properti, bahkan bisa kehilangan kewarganegaraan dan akses pinjaman ke bank. Secara sosial, mereka mengalami persepsi negatif dari warga negara sendiri dan warga negara asing. Secara budaya, perbedaan kebudayaan yang tidak mampu dipahami oleh pasangan berdampak menimbulkan konflik keluarga. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi minat perempuan Indonesia untuk menikah dengan pria warga Negara asing di Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 perempuan yang menjalin hubungan dengan pria Warga Negara Asing. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan metode induktif. Kesimpulan dari hasil penelitian tentang faktor-faktor yang memengaruhi minat perempuan Indonesia untuk menikah dengan pria warga Negara asing di Yogyakarta, yaitu: ketiga subjek tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi subjek mempunyai minat menikah dengan pria warga negara asing dibedakan menjadi dua faktor, yaitu faktor inrinstik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu, yang meliputi kepribadiaan, pengetahuan (menghargai kesetaraan dan kebebasan kepada pasangan), keyakinan, persepsi, harga diri (rasa bangga), memiliki masa depan yang lebih baik, dan untuk memperbaiki keturunan. Adapun faktor ekstrinsik meliputi faktor ekonomi, keluarga, dan status sosial.


OPINI:
Sebagai warga wanita Negara Indonesia boleh saja serta wajar lebih ingin menikah dngan pria warga Negara lain dikarenakan dilihat masa depan kehidupannya lebih terjamin,namun tetap dalam perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,serta saling memiliki toleransi adat Negara serta budaya antara pasangan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar