Kamis, 12 Juni 2014


TUGAS BAHASA INDONESIA

MAIN BODY KARANGAN ILMIAH


JUDUL

Judul adalah perincian atau penjabaran dari topik. Judul lebih spesifik dan sering telah menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas. Judul juga merupakan nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan.
Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan. Judul tidak harus sama dengan topik. Jika topik sekaligus menjadi judul, biasanya karangan akan bersifat umum dan ruang lingkupnya sangat luas. Judul dibuat setelah selesai menggarap tema, shingga bisa terjamin bahwa judul itu cocok dengan temanya. Sebuah judul yang baik akan merangsang perhatian pembaca dan akan cocok dengan temanya.
Judul hanya menyebut ciri-ciri yang utama atau yang terpenting dari karya itu, sehingga pembaca sudah dapat membayangkan apa yang akan diuraikan dalam karya itu. Ada judul yang mengungkapkan maksud pengarang, misalnya dalam sebuah laporan eksposisi, contohnya : “Suatu Penelitian tentang Korelasi antara Kejahatan Anak-anak dan Tempat Kediaman yang Tidak Memadai.
 FUNGSI JUDUL :
•   Merupakan identitas atau cermin dari jiwa seluruh tulisan.
•   Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk
     membaca isinya.
•   Gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.
•   Relevan dengan seluruh isi tulisan, maksud masalah, dan tujuannya.

 SYARAT- SYARAT PEMBUATAN JUDUL :
•   Harus relevan = Mempunyai keterkaitan dengan temanya atau bagian-bagian penting dari tema.
•   Harus provokatif = Menarik sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa ingin tahu tiap pembaca terhadap isi tulisan.
•   Harus singkat = Tidak boleh mengambil kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangkaian kata yang singkat. Jika penulis tidak dapat menghindari judul yang panjang, maka dapat menggunakan solusi dengan membuat judul utama yang singkat, tetapi dengan judul tambahan yang panjang.
•   Harus asli = Jangan menggunakan judul yang sudah pernah dipakai.

SYARAT-SYARAT JUDUL YANG BAIK  :
•     Harus berbentuk frasa.
•     Tanpa ada singkatan atau akronim.
•     Awal kata harus huruf kapital, kecuali preposisi dan konjungsi.
•     Tanpa tanda baca di akhir judul.
•     Menarik.
•     Logis.
•     Sesuai dengan isi.

PENGERTIAN JUDUL LANGSUNG DAN TAK LANGSUNG :
•  Judul langsung : Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubungannya dengan bagian utama berita terlihat jelas.
•  Judul tak langsung : Judul yang hubungannya tidak langsung dengan bagian utama berita, tetapi tetap menjiwai seluruh isi tulisan.

Sumber:
http://agiboyz.wordpress.com/2012/11/13/tugas-softskill-6-membedakan-tema-topik-dan-judul/
http://yukfuk.wordpress.com/2010/04/22/topik-tema-judul/
http://blogkublogku.blogspot.com/2009/11/syarat-topik-yang-baik-pembatasan.html
http://yukfuk.wordpress.com/2010/04/22/topik-tema-judul/


BAB I PENDAHULUAN
A. Pengertian Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan merupakan studi yang dilakukan untuk mempertajam arah studi utama. Studi pendahuluan dilakukan karena kelayakan penelitian berkenaan dengan prosedur penelitian dan hal lainnya masih belum jelas. Studi pendahuluan bisa saja mengubah arah penelitian yang telah disusun di dalam proposal. Studi pendahuluan bisa saja mengubah arah penelitian yang telah disusun di dalam proposal. Dengan demikian, studi pendahuluan bisa saja menghasilkan perubahan prosedur penelitian, meningkatkan pengukuran, meningkatkan kepercayaan asumsi, dan desain yang lebih mantap dari studi utama. Studi pendahuluan tak jarang merupakan miniatur dari studi utama. Tak jarang studi pendahuluan pun menguji sejumlah instrumen yang akan digunakan dalam studi utama.

B. Alasan menggunakan studi pendahuluan
Studi pendahuluan merupakan salah satu aktivitas atau kegiatan persiapan yang dilakukan oleh seorang peneliti, dengan tujuan untuk menentukan objek dan subjek penelitian yang tepat, yang sesuai dengan tema penelitian yang menjadi fokus kajian peneliti.
a. Objek Penelitian, berkaitan dengan variabel-variabel yang dipilih oleh peneliti, baik variabel masalah, maupun variabel-variabel yang diduga merupakan variabel yang mempengaruhi variabel masalah. Dengan demikian, penentuan variabel-variabel penelitian melalui studi pendahuluan merupakan salah satu upaya dari peneliti untuk memilih variabel-variabel yang tepat, yang secara empirik merupakan variabel masalah dan variabel penyebab yang determinan, yang mempengaruhi variabel masalah. Hal ini berarti bahwa untuk melakukan penelitian atau memperoleh hasil penelitian yang berkualitas, bermanfaat dan bermakna, maka seorang peneliti tidak cukup hanya berdasarkan pada teori-teori saja dalam menentukan variabel-variabel penelitiannya, karena belum tentu variabel-variabel yang dipilih berdasarkan teori-terori tadi, merupakan variabel yang sesuai secara empirik perlu untuk diteliti. Oleh karena itu sangatlah dianjurkan apabila seorang peneliti dalam menentukan judul penelitiannya, melakukan studi pendahuluan di samping melakukan kajian teori.
b. Subjek Penelitian, berkaitan dengan responden. Memilih responden yang tepat merupakan satu keharusan untuk memperoleh data/informasi yang memiliki tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Oleh karena itu peneliti harus menetapkan responden yang reliabel (terpercaya) dalam memberikan data/informasi yang dibutuhkan untuk menjelaskan permasalahan yang diteliti. Memilih responden yang terpercaya antara lain dilakukan dengan mengkaji karakteristik-karakteristik yang melekat pada responden tersebut, misalnya tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, jenis keahlian yang dimiliki, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Karakteristik-karakteristik yang melekat pada responden tersebut kemudian disesuaikan dengan kebutuhan akan data/informasi yang akan digunakan untuk menjelaskan masalah/variabel yang dikaji.

C. Langkah Awal Penelitian
1. Sumber Penting
Pada bagian ini merupakan suatu gambaran singkat mengenai desain penelitian yang dimaksudkan untuk menutupi dasar-dasar merancang dan melaksanakan kajian ilmiah. Meskipun bagian ini akan membahas setiap langkah dari proses penelitian, hal ini tidak berarti lengkap dan tidak ada pengganti untuk tingkat perguruan tinggi mengenai metodologi penelitian, juga bukan pengganti untuk penasihat penelitian yang berpengalaman. Ini adalah salah satu sumber utama yang digunakan untuk panduan ini dan memberikan deskripsi tentang berbagai bagian dari proses, termasuk contoh-contoh untuk menyederhanakan konsep yang kompleks.
2. Memilih Sebuah Topik
Bagi Peneliti, memilih topik untuk sebuah proyek penelitian sangat penting untuk mempertimbangkan ruang lingkup penelitian. Dalam topik penelitian yang lebih luas, setiap peneliti harus mulai membatasi ruang lingkup menjadi beberapa subtopik yang kekhususan lebih besar dan detail. Misalnya, seorang peneliti mungkin tertarik dalam "pengaruh media audio visual terhadap prestasi belajar siswa kelas V di MIN Bendil Jati Wetan”. Hal ini bertujuan untuk membatasi penelitian agar tidak terlalu luas, dan menjaga agar akurasi data tetap terjaga.
3. Relevansi dan Spesifisitas
Setelah peneliti membatasi ruang lingkup menjadi beberapa subtopik yang kekhususan lebih besar dan detail, langkah berikutnya adalah untuk mempertimbangkan relevansi penelitian. Penelitian ilmiah dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, tidak hanya untuk kepuasan pribadi seorang peneliti tunggal. Apapun pertanyaan peneliti menetapkan untuk memecahkan harus memiliki beberapa implikasi menguntungkan. Dengan pemikiran ini, peneliti dapat terus mempersempit fokus studi ke wilayah yang dapat ditangani sebagai data tunggal. Data tunggal yang di maksud adalah dari data-data yang telah di peroleh kemudian diseleksi dan di ambil yang paling akurat. Sebagai contoh, sekarang peneliti telah memilih "Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di Sekolah Dasar " yang Topik dapat lebih difokuskan untuk menjadi tentang "Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V Di Min Bendil Jati Wetan."
4. Tinjauan Literatur
Salah satu tugas penting ketika melakukan studi penelitian ini adalah untuk meninjau literatur yang ada pada topik dan menggunakannya untuk menginformasikan pembuatan studi Anda sendiri. Review studi harus dilakukan pada awal proses penelitian, langsung setelah Anda memilih topik. review studi bisa membawa kejelasan dan fokus dengan masalah penelitian Anda dan memperluas basis pengetahuan Anda dalam daerah penelitian Anda. Di samping itu, penelitian masa lalu dapat meningkatkan metodologi Anda dan membantu Anda untuk mengontekstualisasikan temuan Anda. Tinjauan literatur sangat penting karena tanggung jawab yang penting dalam penelitian ini adalah untuk menambah isi pengetahuan dan untuk membandingkan temuan-temuan Anda dengan orang lain. Pencarian literatur di bidang yang Anda minati, review studi yang dipilih, dan mengembangkan teori kerangka kerja untuk studi Anda sendiri. Bagi peneliti mengejar penelitian tentang Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V Di Min Bendil Jati Wetan dapat digunakan sebagai titik awal.
5. Studi Kualitatif dan Kuantitatif
Tidak semua proyek penelitian membutuhkan langkah-langkah studi penelitian Beberapa hanya melibatkan mengamati hasil dari peristiwa di lapangan dan penarikan kesimpulan berdasarkan kerangka teori. Orang lain mungkin melibatkan menganalisis data dari instansi atau lembaga lain, menggunakan statistik dan penalaran untuk menemukan pola-pola yang mungkin implikasi penting. Namun, banyak peneliti melibatkan kontak langsung dengan peserta, dengan menggunakan definisi dari sebuah fenomena dioperasionalkan. penelitian ini membutuhkan langkah-langkah yang dirancang dengan baik untuk bisa dianggap sah. Ada dua kategori besar penelitian: kuantitatif dan kualitatif. Sebuah studi diklasifikasikan sebagai kualitatif jika tujuan ini terutama untuk menggambarkan situasi, fenomena, masalah atau peristiwa, informasi yang dikumpulkan melalui penggunaan variabel atau diukur pada skala pengukuran kualitatif, dan jika analisis dilakukan untuk menetapkan variasi dalam situasi atau masalah tanpa mengukur itu. studi kualitatif cenderung lebih mendalam, dengan fokus pada populasi yang lebih kecil tetapi menyelidiki lebih dalam soal yang diberikan. Penelitian ini sering dikaitkan dengan kelompok fokus, wawancara atau survei dan berusaha untuk menjawab terbuka pertanyaan. Di sisi lain, penelitian kuantitatif sering menggunakan ukuran standar, nilai numerik, memiliki ukuran sampel yang lebih besar, dan menganalisa data menggunakan program statistik. Sebuah studi diklasifikasikan sebagai kuantitatif jika peneliti berupaya untuk mengkuantifikasi variasi fenomena dan jika informasi yang dikumpulkan menggunakan variabel kuantitatif.
6. Hipotesa
Hipotesis adalah penjelasan disarankan untuk diamati hubungan prediksi tentang hubungan antara beberapa variabel. Setiap proyek penelitian didasarkan pada suatu hipotesis, yang umumnya dimulai dengan pertanyaan yang spesifik. Misalnya, "Dengan di terapkannya media audio visual dalam proses pembelajaran, akan meningkatkan prestasi belajar peserta didik?" Pertanyaan ini cukup spesifik untuk ditangani oleh sebuah proyek riset. Hipotesis adalah pernyataan yang layak karena jelas dan dapat diukur dan dianalisis secara obyektif.


BAB II KAJIAN PUSTAKA
Pengertian Kajian Pustaka
Kajian pustaka merupakan daftar referensi dari semua jenis referensi seperti buku, jurnal papers, artikel, disertasi, tesis, skripsi, hand outs, laboratory manuals, dan karya ilmiah lainnya yang dikutip di dalam penulisan proposal. Semua referensi yang tertulis dalam kajian pustaka harus dirujuk di dalam skripsi. Referensi ditulis urut menurut abjad huruf awal dari nama akhir/keluarga penulis pertama dan tahun penerbitan (yang terbaru ditulis lebih dahulu).
Dalam Penelitian biasanya diawali dengan ide-ide atau gagasan dan konsep-konsep yang dihubungkan satu sama lain melalui hipotesis tentang hubungan yang diharapkan. Ide-ide dan konsep-konsep untuk penelitian dapat bersumber dari gagasan peneliti sendiri dan dapat juga bersumber dari sejumlah kumpulan pengetahuan hasil kerja sebelumnya yang kita kenal juga sebagai literatur atau pustaka. Literatur atau bahan pustaka ini kemudian kita jadikan sebagai referensi atau landasan teoritis dalam penelitian.
Penelitian biasanya diawali dengan ide-ide atau gagasan dan konsep-konsep yang dihubungkan satu sama lain melalui hipotesis tentang hubungan yang diharapkan. Ide-ide dan konsep-konsep untuk penelitian dapat bersumber dari gagasan peneliti sendiri dan dapat juga bersumber dari sejumlah kumpulan pengetahuan hasil kerja sebelumnya yang kita kenal juga sebagai literatur atau pustaka. Literatur atau bahan pustaka ini kemudian kita jadikan sebagai referensi atau landasan teoritis dalam penelitian.
Kajian pustaka: menjelaskan laporan tentang apa yang telah ditemukan oleh peneliti lain atau membahas masalah penelitian. Kajian penting yang berkaitan dengan masalah biasanya dibahas sebagai subtopik yang lebih rinci agar lebih mudah dibaca. Bagian yang kurang penting biasanya dibahas secara singkat. Bila ada beberapa hasil penelitian yang mirip dengan masalah penelitian, maka dapat dituliskan: ”Beberapa penelitian juga telah dilaporkan dengan hasil yang hampir sama (Adam, 1976;Brown, 1980; Cartwright, 1981; Davis, 1985; Frost, 1987)”
Kajian pustaka adalah kegiatan yang meliputi mencari, membaca, dan menelaah laporan-laporan penelitian dan bahan pustaka yang memuat teori-teori yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan.
B. Kriteria Pemilihan Sumber Pustaka
Kriteria pemilihan sumber pustaka mencakup:
1) Ketetapan (adequa-cy)
Isi dari sumber pustaka sesuai dengan penelitian yang dilaksanakan.

2) Kejelasan (clarity)
Sumber pustaka harus mudah dipahami atau dimengerti oleh peneliti.

3) Empiris (empericalness)
Sumber pustaka itu berdasarkan pada kenyataan bukan hasil imajinasi.

4) Terorganisasi (Organization)
Isi dari sumber pustaka harus terorganisasi dengan baik sehingga memudahkan peneliti untuk mencari informasi.

5) Kemutakhiran (Recen-cy)
Sumber pustaka harus berdasarkan perkembangan terbaru dalam bidangnya (up to date).

6) Relevansi (relevance)
Sumber pustaka berhubungan dengan penelitian.

7) Meyakinkan (convic-ingness)
Sumber pustaka dapat menjadi acuan yang terpercaya bagi peneliti.

Berdasarkan penggunaan acuan diatas yaitu: sumber acuan umum dan khusus, penelitian dapat melakukan dua penelaahan atau analisis dalam mengambarkan kajian pustaka yang berkaitan. Penalaran deduktif dilakuakn berdasarkan teri-teri atau konsep-konsep umum yang ada dan penalaran induktif dilakukan berdasarkan sintesis atau pemaduan hasil-hasil penelitian.
Secara garis besar sumber bacaan ini dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Referensi umum: sumber yang dijadikan rujukan utama oleh peneliti, misalnya dari artikel tertentu, karangan ilmiah, buku, dan dokumen lainnya yang berkaitan langsung dengan pertanyaan penelitian. Referensi umum merupakan indeks, yaitu daftar pengarang, judul buku, tempat penerbitan artikel atau wacana atau berupa abstrak.
2. Sumber primer: adalah publikasi di mana seseorang melakukan penelitian penelitian kemudian diterbitkan. Penulis mengkomunikasikan temuannya secara langsung kepada pembaca. Sumber primer penelitian pendidikan adalah journal, misalnya Journal of Research in Science Teaching. Ada journal yang diterbitkan bulanan, tiga kali dalam setahun, dan artikel yang dimuat merupakan laporan hasil penelitian.
3. Sumber sekunder: adalah publikasi di mana penulis mendeskripsikan hasil karya orang lain. Sumber sekunder adalah buku (text books), ensiklopedia pendidikan, kajian penelitian, atau buku tahunan
C. Cara Melakukan Penelusuran Pustaka
Penelusuran pustaka meliputi:
1. Memilih bidang dan deskriptor yang sesuai dengan minat,
2. Menelusur judul-judul dan abstrak yang relevan,
3. Menempatkan dokumen sumber-sumber primer yang sangat penting.
Penelusuran literatur atau pustaka memerlukan suatu arahan dan fokus. Langkah pertama adalah mengidentifikasi bidang kajian yang sesuai dan sekaligus termasuk deskriptornya. Langkah berikutnya adalah menelusur judul-judul dan abstrak yang relevan. Penelusuran yang baik mencakup tiga kategori dokumen, yaitu:
1. Artikel-artikel yang diterbitkan,
2. Artikel-artikel yang tidak diterbitkan,
3. Disertasi atau tesis.
Diantara tiga dokumen penting yaitu artikel-artikel jurnal, disertasi atau tesis, dan laporan tak dipublikasikan (laporan penelitian), artikel-artikel jurnal adalah paling ringkas dan secara teknis paling baik karena adanya tuntutan yang amat tinggi dari jurnal yang akan diterbitkan. Dalam mengkaji bahan pustaka kita dapat melakukan dengan cara mengidentifikasi sumber atau bahan yang relevan dengan masalah penelitian, mencari judul-judul hasil penelitian yang relevan, memilih dan memilah sumber pustaka yang paling relevan dari hasil penelitian, menyusun bahan pustaka mana yang paling sesuai untuk mendukung penelitian, menuliskan bagian kajian literatur, dan menyusun bahan acuan

http://www.rosyid.info/2009/09/menyajikan-hasil-tinjauanpustaka-dalam.html
http://one.indoskripsi.com/node/5790
http://catatankuliahdigital.blogspot.com/2009/10/kajian

BAB III METODELOGI
Metode (method), secara harfiah berarti cara. Selain itu metode atau metodik berasal dari bahasa Greeka, metha, (melalui atau melewati), dan hodos (jalan atau cara), jadi metode bisa berarti jalan atau cara yang harus di lalui untuk mencapai tujuan tertentu.
Secara umum atau luas  metode atau metodik berarti ilmu tentang jalan yang dilalui untuk mengajar kepada anak didik supaya dapat tercapai tujuan belajar dan mengajar. Prof. Dr.Winarno Surachmad (1961), mengatakan bahwa metode mengajar adalah cara-cara pelaksanaan dari pada murid-murid di sekolah.Pasaribu dan simanjutak (1982), mengatakan bahwa metode adalah cara sistematik yang digunakan untuk mencapai tujuan.
Metode adalah prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Kemudian ada satu istilah lain yang erat kaitannya dengan dua istilah ini, yakni tekhnik yaitu cara yang spesifik dalam memecahkan masalah tertentu yang ditemukan dalam melaksanakan prosedur.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.

PENGERTIAN METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupak an suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.  Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia  yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.
Adapun tujuan Penelitian adalah penemuan, pembuktian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Penemuan. Data yang diperoleh dari penelitian merupakan data-data yang baru yang belum pernah diketahui.
Pembuktian. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu.
Pengembangan. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
Kegunaan penelitian dapat dipergunakan untuk memahami masalah, memecahkan masalah, dan mengantisipasi masalah.
Memahami masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya diketahui.
Memecahkan masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk meminimalkan atau menghilangkan masalah.
Mengantisipasi masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk mengupayakan agar masalah tersebut tidak terjadi.
Diagram alir proses penelitian



Jenis Data dalam Penelitian

Langkah Dalam Metode Ilmiah
Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Marilah lebih dahulu ditinjau langkah-langkah yang diambil oleh beberapa ahli dalam mereka melaksanakan penelitian.
Schluter (1926) memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian.
2. Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan.
3. Membangun sebuah bibliografi.
4. Memformulasikan dan mendefinisikan masalah.
5. Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan.
6. Mengklasifikasikan unsur-unsur dalam masalah menurut hu-bungannya dengan data atau bukti, baik langsung ataupun tidak langsung.
7. Menentukan data atau bukti mana yang dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam masalah.
8. Menentukan apakah data atau bukti yang dipertukan tersedia atau tidak.
9. Menguji untuk diketahui apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak.
10. Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan.
11. Mengatur data secara sistematis untuk dianalisa.
12. Menganalisa data dan bukti yang diperoleh untuk membuat interpretasi.
13. Mengatur data untuk persentase dan penampilan.
14. Menggunakan citasi, referensi dan footnote (catatan kaki).
15. Menulis laporan penelitian.

http://ribhy.ini-aja.com/just/bahasa-indonesia-just/metodologi-penelitian/
http://www.google.com/imgres?imgurl=http://mathematica.aurino.com/wp-content/uploads/2010/04/041710_1819_RUANGLINGKU1.png&imgrefurl=http://mathematica.aurino.com/%3Fp%3D570&usg=__SPzne32hh7P47QIXmu4Fb8u7AaM=&h=343&w=580&sz=8&hl=en&start=9&sig2=RhbW_s7zbre5LGrrDqclpA&zoom=1&tbnid=TH9rRut5OrX39M:&tbnh=79&tbnw=134&ei=EfF_UeOJN8mKrQek1IGQDw&prev=/search%3Fq%3Dproses%2Bpenelitian%26um%3D1%26hl%3Den%26tbm%3Disch&um=1&itbs=1&sa=X&ved=0CDwQrQMwCA
http://contohskripsi-makalah.blogspot.com/2012/06/apa-yang-dimaksud-metode-dan-metodologi-penelitian-dan-perbedaannya.html

BAB IV ANALISIS
Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan
KAMUS AKUNTANSI
Analisis adalah melakukan evaluasi terhadap kondisi dari pos-pos atau ayat-ayat yang berkaitan dengan akuntansi dan alasan-alasan yang memungkinkan tentang perbedaan yang muncul
ANNE GREGORY
Analisis adalah langkah pertama dari proses perencanaan
DWI PRASTOWO DARMINTO & RIFKA JULIANTY
Analisis merupakan penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri, serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan
SYAHRUL & MOHAMMAD AFDI NIZAR
Analisis berarti melakukan evaluasi terhadap kondisi dari pos-pos atau ayat-ayat yang berkaitan dengan akuntansi dan alasan-alasan yang memungkinkan tentang perbedaan yang muncul
WIRADI
Analisis adalah aktivitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan ditaksir maknanya.
KOMARUDDIN
Analisis adalah kegiatan berfikir untuk menguraikan suatu keseluruhan menjadi komponen sehingga dapat mengenal tanda-tanda komponen, hubungannya satu sama lain dan fungsi masing-masing dalam satu keseluruhan yang terpadu.
BAB V KESIMPULAN
Dari semua yang telah dibahas, maka kesimpulan nya adalah telematika itu berguna dakam kehidupan sehari-hari. Karena pada sebuah teknologi informasi seperti ini, kita sebagai pengguna harus memakai dan menggunakan nya secara efisien. Tidak jarang teknologi seperti telematika digunakan sebagai cyber crime dan penyadapan data. Dan contoh lain yang paling populer adalah Internet. Dengan Internet semua masyarakat di dunia dapat berkomunikasi dengan teknologi informasi yaitu komputer / laptop dengan cangkupan yang sangat luas.


INI HANYA UNTUK TUGAS
ARIYANTI RAHAYU
11111187 - 3KA37       





Jumat, 06 Juni 2014


Laporan Buku Basis Data / Database


Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Basis data (bahasa Inggris: Database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (Database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi. Database Oracle 10g adalah sebuah produk database kaya fitur yang dapat memenuhi tantangan bagi proses bisnis yang berjalan secara berkelanjutan, 24 jam 7 hari seminggu. Namun, tentu saja database Oracle tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut apabila tidak ditunjang oleh kemampuan seorang Database Administrator yang andal. Tugas Database Administrator adalah melakukan beberapa konfigurasi yang dibutuhkan untuk menyediakan database yang dapat berjalan secara berkelanjutan dengan seminimal mungkin mengurangi kegagalan pada database tersebut. Misalnya karena kerusakan hardware software atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para pengguna aplikasi itu sendiri. Strategi dan pemilihan teknologi yang tepat oleh seorang Database Administrator sangatlah menentukan bagi proses berjalannya database Oracle itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan proses bisnis yang ada. Kesalahan dalam memilih atau menerapkan teknologi tertentu yang terdapat pada Oracle akan berdampak pada sulitnya melakukan proses recovery apabila suatu saat database Oracle tersebut mengalami kegagalan.Meskipun SQL adalah ANSI (American National Institute) standar, ada versi yang berbeda dari bahasa SQL. Namun, untuk menjadi sesuai dengan standar ANSI, mereka mendukung setidaknya beberapa perintah utama seperti; SELECT, UPDATE, DELETE, INSERT, WHERE. Dengan cara yang sama. Kebanyakan program database SQL juga memiliki ekstensi milik mereka sendiri disamping standar SQL.
RDBMS adalah singkatan dari Sistem Manajemen Database Relational. RDBMS adalah dasar untuk SQL, dan semua system database modern MS SQL Server, IBM DB2, Oracle, MySQL, dan Microsoft Access.
Data dalam RDBMS disimpan dalam objek database yang disebut tabel. Sebuah tabel adalah kumpulan entri data yang terkait dan terdiri dari kolom dan baris.


1.2 Tujuan
Tujuan penelitian ini antara lain untuk pengenalan Database Management Systems (DBMS), konsep dasar model relasional, bahasa queri formal maupun komersial seperti SQL (Structured Query Languae), sebagai alat bantu dalam perancangan basis data.Penelitian ini ialah untuk pengenalan Sistem Manajemen Database, konsep dasar model relasional, bahasa query. Juga agar dapat memberikan pemahaman mengenai konsep DBA dalam database, pemahaman yang memadai mengenai konsep sistem informasi, struktur data dan metode pengarsipan,  mempermudah manipulasi data. Mengetahui konsep dan komponen penting dalam merancang database dengan DBMS yang sering digunakan yaitu MySQL, MS SQL Server, Oracle, IBM DB/2, dan PostgreSQL.PostgreSQL.
 
1.3 Manfaat
Memberikan pemahaman mengenai konsep DBA dalam database, serta mengetahui komponen penting dalam merancang database dengan DBMS yang sering digunakan MySQL, Oracle, IBM DB2, MS SQL Server, dan lainnya. 

2. Kajian Pustaka
Dari awal penggunaan komputer, penyimpanan dan manipulasi data merupakan focus utama aplikasi. Pada awal tahun 1960, Charles Bachman diperusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang disebut Penyimpanan Data Terintegrasi (Integrated Data Store). Dasar untuk model datajaringan dibentuk lalu distandardisasi oleh Conference on Data System Language (CODASYL). Kemudian, Bachman menerima ACM Turing Award (Penghargaan semacam nobel pada ilmu komputer ) di tahun 1973.
Pada tahun 1970, Edgar Codd di laboratorium penelitian di San Jose mengusulkan suatu representasi data baru yang disebut model data relational. Pada tahun 1980, model relasional menjadi paradigm DBMS paling dominan. Bahasa query SQL dikembangkan untuk basisdata relasional sebagai bagian proyek Sistem R dari IBM. SQL di standardisasi di akhir tahun 1980 dan SQL-92 diadopsi oleh American National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO). Program yang digunakan untuk eksekusi bersamaan dalam basisdata disebut transaksi.
Pada akhir tahun 1980 dan permulaan tahun 1990, banyak bidang system basisdata dikembangkan. Penelitian dibidang basisdata meliputi bahasa query yang powerful, model data yang lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data yang kompleks semua bagian organisasi. Beberapa vendor (misalnya IBM, DB2, Oracle8, dan Informix UDS) memperluas sistemnya dengan kemampuan menyimpan tipe data baru misalnya image dan text serta kemampuan query yang kompleks. System khusus dikembangkan banyak vendor untuk membuat data warehouse dan mengonsolidasi data beberapa basisdata.


3. Gambaran Umum
Data adalah Representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pembeli), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentu angka, huruf, symbol,teks, gambar, bunyi atau kombinasinya. Basis Data adalah Sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasikan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi. DBMS ( Database Management System ) adalah Perangkat Lunak yang menangani semua pengaksesan ke database. Sistem Basis Data terdiri dari basis data dan DBMS.
Data adalah Representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pembeli), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentu angka, huruf, symbol,teks, gambar, bunyi atau kombinasinya. Basis Data adalah Sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasikan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi. DBMS ( Database Management System ) adalah Perangkat Lunak yang menangani semua pengaksesan ke database. Sistem Basis Data terdiri dari basis data dan DBMS.

Istilah - Istilah Dasar Basis Data :
  •  Enterprise adalah Suatu bentuk organisasi seperti: bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb. Data yang disimpan dalai basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise. Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data pasien
  •  Entitas adalah Suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalai basis data. Contoh Entitas dalam lingkungan bank terdiri dari : Nasabah, Simpanan, Hipotik. Contoh Entitas dalam lingkungan universitas terdiri dari : Mahasiswa, mata kuliah. Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas. Contoh : semua nasabah, semua mahasiswa
  • Atribut ( Elemen Data ) = Karakteristik dari suatu entitas. Contoh : Entitas Mahasiswa atributnya terdiri dari Npm, Nama, Alamat, Tanggal lahir.
  •  Nilai Data ( Data Value ) = Isi data / informasi yang tercakup dalai setiap elemen data. Contoh Atribut Nama Mahasiswa dapat berisi Nilai Data : Diana, Sulaeman, Lina
  • Kunci Elemen Data ( Key Data Element ) = Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas. Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.
  • Record Data = Kumpulan Isi Elemen data yang saling berhubungan. Contoh : kumpulan atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir dari Entitas Mahasiswa berisikan : "10200123", "Sulaeman", "Jl. Sirsak 28 Jakarta", "8 Maret 1983".


4. Isi / Pembahasan
SQL dapat digunakan dengan 2 cara :
Interaktif SQL (SQL Interaksi)
Memasukkan sebuah pernyataan SQL melalui terminal / microkomputer dan langsung diproses atau diinteprestasikan, hasilnya bisa dilihat secara langsung
Embedded SQL (SQL Sisipan)
Dengan menyisipkan pernyataan SQL ke dalam sebuah program yang ditulis dengan bahasa pemrograman lain. Hasil pernyataan SQL tidak dapat dilihat langsung oleh pemakai, tapi diproses oleh program lain.
Elemen Dasar SQL
Elemen Dasar SQL terdiri dari pernyataan,nama,tipe data,konstanta,ekspresi dan fungsi bawaan
hanya membahas pernyataan:
1.ALTER : mengubah struktur tabel
2.COMMIT : mengakhiri sebuah eksekusu transaksi
3.CREATE : menciptakan table,indeks
4.DELETE : menghapus baris pada table
5.DROP : menghapus table,indeks
6.GRANT : menugaskan hak terhadap basis data kepada pengguna atau group pengguna
7.INSERT : menambahkan sebuah baris pada table
8.REVOKE : membatalkan hak terhadap basis data
9.ROLLBACK : mengembalikan ke dalam bentuk semula sekiranya suatu transaksi gagal dilaksanakan.
10.SELECT : memilih baris dan kolom pada tabel
11.UPDATE : mengubah nilai pada sebuah baris.
Komponen sistem basis data terdiri atas :

1. Data
Disimpan secara terintegrasi, artinya basis data merupakan gabungan dari berbagai macam file aplikasi yang berbeda yang disusun dengan menghilangkan bagian-bagian yang rangkap. Sebagai alat penghubung digunakan kunci (key). Dipakai secara bersama-sama, artinya masing-masing bagian dari suatu data dapat digunakan atau diakses bersama-sama dalam waktu yang bersamaan oleh pemakai untuk aplikasi yang berbeda.

2. Perangkat Keras
Mencakup peralatan atau perangkat computer yang digunakan untuk pengelolaan sistem basis data.
3. Perangkat Lunak
Sebagai penghubung antara pengguna dan basis data.

4. Pengguna
Dibagi menjadi 4 kategori :
a. System Engineer
Tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan sistem basis data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan   kesalahan dari sistem tersebut.

b. Database Administrator (DBA)
Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan mengaturnya.

c. Programmer
Pengguna yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML), yang disertakan dalam program yang ditulis dalam bahasa pemrograman induk (seperti C, Pascal, Cobol, dan lain-lain).

d. Pengguna Akhir
• Casual User (pengguna mahir)
Pengguna yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program.
• End User (pemakai umum)
Pengguna yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen yang telah ditulis
• Specialized / sophisticated User (pengguna khusus)
Pengguna yang menulis aplikasi basis data non-konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus seperti aplikasi Pengolahan Citra, Sistem Pakar.


Referensi : Buku "Basis Data 1"
Nb : Ini hanyalah sebuah tugas guna memenuhi nilai tugas Bahasa Indonesia 2


ariyanti rahayu
11111187 - 3ka37

Kamis, 24 April 2014

TUGAS BAHASA INDONESIA (SOFSKIL)

ARIYANTI RAHAYU         11111187        3KA37

SMS REMAINDER JADWAL KB SUNTIK
DI RUMAH BIDAN

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Bidang kesehatan kini telah banyak mengalami perkembangan yang sangat pesat, terutama dalam perkembangan dan kemajuan teknologi untuk dapat membantu dalam proses pengobatan.
Teknologi komunikasi bergerak seperti handphone kini semakin berkembang dewasa, salah satu fitur dari handphone yang banyak digunakan adalah Short Message Service (SMS). Fasilitas inilah yang dapat dimanfaatkan pihak rumah sakit dan rumah bidan dalam menyampaikan informasi penting terhadap pasien. Pengguna handphone dengan SMS yang mudah, biaya terjangkau, serta terdapat cakupan wilayah pelyanan yang luas membuat informasi dapat disampaikan kepada pasien kapanpun dan dimanapun dibutuhkan.
Tingginya tingkat kesibukan pasien seringkali dapat membuat mereka melewatkan waktu untuk suntik KB sesuai yang dijadwalkan, kondisi ini sungguh merugikan bagi pasangan suami-istri yang memang belom menginginkan momongan. Mengingat tingginya kesibukan pasien, sehingga perlu diingatkan jadwal penyuntikan KB agar tidak terlewatkan. Layanan pengingat atau remainder seperti ini semakin didukung oleh kesediaan operator jaringan handphone dengan jangkauan sinyal yang semakin luas jangkauannya. Baik dari operator GSM(Global Service for Mobile Communication) maupun operator CDMA(Code Division Multiple Access).
Melalui sistim berbasis SMS inilah diharapkan dapat mempermudah, mempercepat, dan juga menghemat biaya dalam melakukan penyampaian informasi berupa Jadwal KB Suntik terhadap pasien. Interface aplikasi bagi pihak admin dirumah bidan dibuat berbasis web. Mengingat bahwa telekomunikasi dan teknologi web dapat menyediakan dukungan yang luas dalam proses penyampaian informasi. Aplikasi ini juga dapat diakses melalui berbagai handphone dan berbagai operator jaringan, baik GSM dan CDMA.



1.2  Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
1.2.1 Rumusan Masalah
Sesuai identifikasi masalah diatas adalah :
Pengingat jadwal KB suntik sesuai yang telah dijadwalkan.

1.2.3 Batasan Masalah
            Pada penulisan ilmiah ini, penulis akan membuat aplikasi sms remainder penjadjadwalan KB suntik berbasis, dimana interface aplikasi ini berbasis web yang dapat diakses melalui berbagai handphone dan berbagai operator jaringan baik GSM dan CDMA.


1.3  Tujuan Penulisan
1.      Mengingatkan pasien yang menggunakan KB suntik.
2.      Pengaturan jadwal dan waktu melakukan KB suntik.
3.      Pembuatan aplikasi yang fleksibel karena tidak tergantung pada suatu merek dan jenis handphone tertentu, serta dapat menjangkau pasien dimanapun mereka berada selama masih berada dalam jangkauan sinyal.
4.      Menghemat waktu dan biaya untuk memberikan informasi terhadap pasien yang melakukan KB suntik.


1.4  Metode Penulisan
Tahap yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Tahap pengumpulan data, pengumpulan data dilakukan dengan berbagai cara, observasi di rumah bidab, wawancara dengan pihak rumah sakit dan pasien untuk mengetahui masalah yang terjadi. Studi pustaka dilakukan untuk mempelajari dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber tertulis. Seperti dari buku, jurnal, artikel, dan sumber lainnya.
2.      Tahap analisis dilakukan penganalisisan karakteristik pengguna, kebutuhan data, informasi dan model fungi yang dibutuhkan system.
3.      Perancangan aplikasi dilakukan melalui pembuatan flowchart untuk  menentukan algoritma dari action script. Kemudian merancang Use Case dan Sequence diagram untuk mempresentasikan operasi-operasi yang dapat dilakukan oleh subjek-subjek yang terkait dalam mengaplikasikan SMS remainder ini.

1.5       Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dimaksudkan untuk menjelaskan gambaran kepada pembaca mengenai garis besar penulisan ilmiah ini dari bab ke bab. Dalam penulisan ilmiah ini pokok bahasan terdiri 4 (empat) bab, yaitu :

Bab I  Pendahuluan
Pendahuluan, pada bab ini menjelaskan secara umum mengenai penulisan ilmiah ini, yaitu membahas Latar Belakang Masalahan, Batasan Masalah, Tujuan Penulisan, Metode Penelitian, Manfaat , dan Sistimatika Penulisan itu sendiri.

Bab II  Landasan Teori
Bab ini akan membahas teori aplikasi sms remainder penjadwalan KB suntik berbasis web
           
Bab III  Analisis dan Perancangan
Pada bab ini diuraikan tentang analisis data, pembahasan,  hasil penelitian, dan perancangan pada sistim PHP dan MYSQL. Akan disajikan pula kodingan dan hasil pengujian progam dari SMS Remainder KB Suntik

Bab IV Kesimpulan dan Saran
Bab terakhir penulisan ilmiah ini menurut tentang apa yang menjadi kesimpulan penulis, dan dilanjutkan dengan saran-saran yang diperlukan untuk menyempurnakan penelitin selanjutnya.


Minggu, 24 November 2013

ILMIAH POPULER(pupular scientific writing)

ILMIAH POPULER(pupular scientific writing)
 



Di lingkungan perguruan tinggi, kita sudah terbiasa mendengar istilah karya ilmiah. Karya ilmiah yang dalam bahasa Inggris disebut SCIENTIFIC PAPER adalah tulisan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan seperti laporan penelitian, makalah, dan skripsi/tesis/disertasi.

Namun, saya ingin membahas satu karya ilmiah yang masih jarang dimanfaatkan oleh para mahasiswa dan akademisi guna mempublikasikan gagasan mereka. Itulah tulisan ilmiah populer (pupular scientific writing) . Suatu tulisan ilmiah populer merupakan integrasi tiga aspek yang disebut TRIAD. TRIAD  terdiri atas ilmu,media masa, dan daya tarik kemanusiaan.

1.  Ilmu dan asumsi filosofis

Barbara Engler dalam buku Personality Theories: An Ingroduction (1985) mengatakan bahwa ilmu berakar pada asumsi filosofis. Artinya, setiap orang atau sekelompok yang mengembangkan ilmu mau tak mau memiliki asumsi filosofis tentang realita yang menjadi objek ilmunya. Mengapa demikian? Setiap orang yang mengembangkan ilmu mesti  memiliki asumsi-asumsi dasar dan universal tentang realitas ilmunya.

Asumsi filosofis selalu mengarah pada realitas yang tidak tidak kasat mata. Artinya realitas universal ini tidak dialami dengan “mata kepala,” tetapi dengan “mata hati”. Sebagai contoh, “Semua orang ingin menjadi baik.” Dengan mata kepala kita mungkin dapat mengobservasi bahwa ada sejumlah orang yang tidak baik. Namun, mata hati kita mengatakan bahwa semua orang pada dasarnya baik.

Berikutnya, asumsi filosofis itu merujuk pada realitas universal.Isi asumsi tersebut mencakup “semua” secara universal. Sebagai contoh, keinginan untuk menjadi baik itu dimiliki oleh semua orang. Dalam berefleksi tentang suatu realitas, kita memperlakukan pengecualian dengan cara agak berbeda. Sebagai contoh, Adolf hiter. Kita boleh membuktikan bahwa ia orang jahat. Namun, ia hanya ‘tampak’, tapi pada dasarnya sebagai manusia ia itu baik. Kita memanfaatkan kemampuan intuitif yang saya istilahkan proses abstraksi.

Juga, asumsi filosofis itu biasanya menyatakan suatu kebenaran secara implisit bukan eksplisit. Pernyataan eksplisit adalah pernyataan yang secara gamblang dan memenuhi semua kriteria tentang kebenaran. Namun, pernyataan semacam itu tidak mungkin beraplikasi secara universal. Itulah suatu kebenaran itu hanya dinyatakan secara implisit.

2. Paradigma sebagai dasar ilmu

Menurut Thomas Kuhn dalam The Structure of Scientific Revolutions (1962) setiap ilmu mendasarkan diri pada suatu paradigma sebagai model atau konsep yang mendasari ilmu tersebut dan yang diyakini oleh setiap anggota komunitas ilmiah. Konsep dasar yang mengilhami  setiap kegiatan ilmiah ini dipelahari dan diteliti terus-menurus melalui pendidikan. Melalui pendidikan studi tentang paradigma menghasilkan berbagai pernyataan ilmiah yang lebih dikenal sebagai teori-teori. Jadi, teori sebenarnya merupakan penjabaran serta penjelasan tentang paradigma ilmu bersangkutan.

Paradigma tersebut terus-menerus dipelajari, diteliti dan menghasilkan berbagai teori melalui alat ilmiah yang disebut metode penelitian. Keseluruhan proses mempelajari paradigma inilah yang disebut kegiatan ilmiah.

Jadi, ilmu itu muncul sebagai cara untuk menggali berbagai informasi tentang satu aspek hidup/dunia ini, seperti psikologi. Filsafat membantu mengembangkan cara/metode guna memahami dunia ini. Itulah yang disebut paradigma.

3. Metode ilmiah

Metode ilmiah merupakan cara untuk menggali informasi tentang hidup dan dunia ini. Metode ini berawal dari suatu teori atau pernyataan ilmiah. Teori itu sendiri merupakan seperangkat konsep abstrak (bagian dari paradigma) yang kita rumuskan berdasarkan sekelompok fakta atau peristiwa dengan tujuan untuk menjelaskan fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa tersebut. Sebagai  contoh, dalam paradigma health psychology (psikologi tentang orang-orang sehat) kita mengandaikan bahwa setiap orang berjuang untuk menjadi superior (Psikologi Individual/Adlerian).

Kemudian, teori tersebut (yang dianggap sebagai hipotesis) diobservasi dan diukur. Keseluruhan proses ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah. Lalu, kesadaran itu dirumuskan menjadi suatu hipotesis yang disebut simpulan sementara. Sebaiknya, kita menentukan suatu prediksi tentang hipotesis tersebut. Sesuai contoh sebelumnya, kita bisa menyimpulkan sementara bahwa “Memang benar bahwa setiap orang berusaha untuk menjadi superior”.

Lalu, kita mesti mengumpulkan data sebanyak dan seakurat mungkin guna mengetes kebenaran dari simpulan sementara itu. Berdasarkan data-data tersebut, kita kemudian menarik simpulan.

4. Hasil penelitian dan media massa

Perkembangan dan kemajuan setiap ilmu itu tidak hanya bergantung pada penelitian. Penyebarluasan hasil penelitian justru merupakan kegiatan penting guna memperkenalkan kepada anggota komunitas ilmiah bersangkutan serta pembaca lainnya tentang perkembangan dan kemajuan tersebut. Lagi pula, perkembangan dan kemajuan yang dipaparkan melalui media massa merupakan layanan dari ilmu bersangkutan kepada masyarakat. Masyarakat diperkaya dengan informasi-informasi baru.

Itulah sebabnya kita menyebut hasil penelitian yang disebarluaskan kepada banyak orang itu sebagai karya ilmiah populer. Populer berasal dari kata bahasa Latin populus yang berarti bangsa atau orang banyak. Upaya ini hanya bisa dilakukan dengan bantuan komunikasi massa dengan alat yang disebut media massa. Ada beberapa bentuk media massa. Contoh media cetak adalah koran, majalah, jurnal. Contoh media elektronik adalah radio dan televisi.

Hasil penelitian ilmiah dapat kita sebarluaskan melalui media masa dalam bentuk fitur dan opini. Di sini, yang saya maksudkan dengan karya ilmiah populer adalah opini seperti artikel-artikel yang dimuat Kompas pada halaman 4 dan 5. Hampir semua koran mempunyai halaman opini.


5. Populer dan nilai tambah

Sebelum menjelaskan petunjuk praktis penulisan opini, saya ingin menjelaskan arti populer dan kemanusiaan. Populer itu bukan hanya berarti bahwa tulisan kita itu dibaca oleh banyak orang, melainkan juga berarti bahwa tulisan kita itu disukai. Tulisan kita itu disukai jika tulisan itu berkaitan dengan daya tarik yang disebut human interest. Kita mesti menulis sesuatu yang berkaitan dengan hidup manusia itu sendiri.

Artikel yang memuat human interest dan menarik untuk dibaca, jika artikel tersebut memenuhi kriteria berikut:

·         Relevan dan penting: Artikel yang  berkaitan dengan hidup banyak orang atau berdampak besar pada kehidupan mereka selalu dicari.
·         Kuantitas: Jika semakin banyak orang terlibat dalam topik bahasan, artikel itu semakin digandrungi.
·         Baru: Sesuatu yang baru terjadi, baru ditemukan itu biasanya menarik minat orang untuk mengetahuinya.
·         Aktual: Sesuatu yang dekat dengan atau berkaitan langsung dengan pembaca, biasanya akan diminati.
·         Populer: Tulisan tentang orang yang dikenal dan disenangi akan selalu menarik minat pembaca.
·         Kepekaan rasa: Tulisan yang menggugah perasaan biasanya disenangi pembaca.
·         Partikular atau spesial: Sesuatu yang spesial atau khas selalu dicari untuk dibaca.

Tentu tulisan itu juga mesti memberi nilai tambah, baik bagi kita pribadi maupun bagi pembaca. Ada beberapa nilai tambah, antara lain berikut ini.

·         Nilai tambah intelektual: Semakin banyak kita menulis, semakin kita berkembang dalam ilmu yang kita geluti.
·         Nilai tambah pendidikan: Semakin banyak kita menulis, semakin banyak kita berkesempatan mendidik orang lain dan diri sendiri.
·         Nilai tambah psikologis: Semakin banyak kita menulis, semakin kita puas, bangga, dan percaya diri.
·         Nilai tambah sosial: Semakin banyak kita menulis, semakin banyak orang (penerbit, toko buku, ilmuwan dan pembaca) mengenal kita.
·         Nilai tambah finansial: Semakin banyak kita menulis, semakin banyak honor kita dapatkan.
·         Nilai tambah filosofis: Mari kita mengambil contoh penulis-penulis klasik. Mereka sudah lama mati, tetapi nama mereka tetap terdengar. Apa saja akan lenyap, kecuali gagasan yang telah diungkapkan ke dalam tulisan.

Nilai-nilai tambah seperti ini justru yang mendorong saya untuk terus menulis karya ilmiah populer. Sekarang saya menjadi kolumnis untuk suatu media nasional. Sebagai mantan wartawan profesional, saya tentu senang akan perkembangan ini.



6. Menulis artikel ilmiah populer

Untuk menulis artikel berita kita mesti memperhatikan ketentuan 5W 1 H (What, Who, Where, When, Why, How). Dengan menjawab lima pertanyaan jurnalistik tersebut, kita sudah dapat membuat suatu artikel berita. Artikel ilmiah populer sebenarnya merupakan perluasan dari artikel berita; kita mengulas secara panjang lebar tentang pertanyaan why dan how.

Itulah sebabnya, opini dapat dipahami sebagai ekstensi dan pengilmiahan artikel berita. Sebagai contoh, beberapa tahun lalu, setelah kematian almarhum mantan Presiden Soeharto, muncul polemik tentang pemaafan terhadap almarhum. Saya ikut berbagi dalam polemik. Saya menyorotinya  dari perspektif psikologi klinis. Dari situ muncullah tulisan opini saya yang dimuat di Kompas, 21 Januari 2008 dengan judul “Psikologi Memaafkan”.

Beberapa petunjuk praktis berikut ini sebaiknya diperhatikan, jika pembaca berminat menulis artikel ilmiah populer.

1.      Berita (seperti temuan baru, teori baru, masalah unik) seputar ilmu apa saja dapat dijadikan opini.
2.      Gaya bahasa harus sederhana dan mengalir dengan mengurangi jargon-jargon ilmiah.
3.      Tabel atau grafik (seperti pada jurnal ilmiah) dikurangi atau ditiadakan sama sekali; data disampaikan melalui kalimat-kalimat dan paragraf.
4.      Kutipan dari satu atau dua karya ilmiah (buku atau jurnal ilmiah) perlu dicantumkan.
5.      Human interest dan kutipan pernyataan/pikiran orang yang mempunyai otoritas di bidang ilmu bersangkutan sangat memperkaya tulisan.
6.      Simpulan dibuat agar pembaca mempunyai pegangan untuk terapan dalam hidup.
7.      Gagasan dasar dapat didramatisir melalui sejarah hidup tokoh tertentu guna menggugah perasaan pembaca.

7. Sebuah contoh: “Psikologi Memaafkan”

Tulisan saya “Psikologi Memaafkan” memenuhi petunjuk-petunjuk di atas. Topik memaafkan merupakan isu dan berita yang hangat diperdebatkan saat itu. Memaafkan itu sendiri merupakan salah satu topik yang berkaitan dengan mekanisme psikis manusia. Juga, denganword count 600 kata saja, saya mengungkapkan gagasan saya dengan gaya bahasa sederhana tanpa mengorbankan aspek keilmuan saya. Saya tidak menggunakan tabel atau grafik yang makan banyak ruang. Saya mengutip beberapa sumber ilmiah tentang topik permaafan.

Tentu tulisan itu memiliki human interest yang tinggi: memaafkan orang yang dibenci banyak orang. Saya pribadi tidak mengungkapkan pendapat apakah kita mesti memaafkan almarhum Soeharto atau tidak. Saya hanya menjelaskan proses psikis yang dialami seseorang jika ia harus memaafkan orang lain. Itulah simpulan yang saya ambil dari isu tersebut. Mekanisme permaafan didramatisir melalui kehidupan sang presiden.


HANYA TUGAS.
ARIYANTI RAHAYU
11111187     3KA37