Selasa, 11 Oktober 2011


MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU

               Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tidak terbagi, maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Istilah individu dalam kaitannya dengan pembicaraan mengenai keluarga dan masyarakat manusia, dapat pula diartikan sebagai manusia.
               Dalam pandangan psikologi sosial, manusia itu disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khsa didalam lingkungan sosialnya, meliankan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Didalam suatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya, karena tingkah laku yang ditampilkannya hamper identik dengan tingkah laku masa.
               Dalam perkembangannya setiap individu mengalami dan dibebankan berbagai peranan, yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup dengan sesame manusia. Seringakli pula terdapat konflik dalam diri individu, karena tingkah laku yang khas dirinya bertentangan dengan peranan yang dituntut masyarakatnya. Namun setiap warga masyarakat yang namanya individu wajar untuk menyesuaikan tingkah lakunya sebagai bagian dari perilaku sosial masyarakatnya. Keberhasilan dalam menyesuaikan diri atau memerankan diri sebagai individu dan sebagai warga bagian masyarakatnya memberikan konotasi “maang” dalam arti sosial. Artinya individu tersebut telah dapat menemukan kepribadiannya aatau dengan kata lain proses aktualisasi dirinya sebagai bagian dari lingkungannya telah terbentuk.
MASYARAKAT SUATU UNSUR DARI KEHIDUPAN MANUSIA
               Masyarakat adalah suatu istilah yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari, aa masyarakat kota, masyarakat desa, masyarakat ilmiah, dan lain-lain. Dalam bahas Inggris dipakai istilah society yang berasal dari kata latin socius, yang berarti “kawan” istilah masyarakat itu sendiri berasal dari akar kata Arab yaitu Syaraka yang berarti “ ikut serta, berpartisipasi”
               Peter L Berger, seorang ahlisosiologi memberikan definisi masyarakat sebagai beriktu : “ masyarakat merupakan suatu keseluruhan komplkes hubungan manusia yang luas sifatnya.”. Koentjaraningrat dalam tulisannya menyatakan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia atau kesatuan hidup manusiayang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Dalam psikologi sosial masyarakat dinyatakan sebagai sekelompok manusia dalam suatu kebersamaan hidup dan dengan wawasan hidup yang bersifat kolektif, yang menunjukkan keteraturan tingkah laku warganya guna memenuhi kebutuhan dan kepentingan masing-masing.Menilikkenyataan dilapangan, suatu masyarakat bisaberupa suatu suku bangsa, bisa juga berlatar belakang dari berbagai suku.
               Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapata digolongkan menjadi :
  1. Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
  2. Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Dalam lingkungan masyarakat maju, dapat dibedakan
a.    Masyarakat non industri. Secara garis besar, kelompok ini dapat digolongkan menjadi gua golongan yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Dalam kelompok primer, interaksi antar anggotanya terjdi lebih intensif, lebih erat, lebi akrab. Kelompok ini disebut juga kelompok face to face group.Sifag interaksi bercirak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok ini dititik berakan pada kesadaran, tanggungjawab para anggotadan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. Dalam kelompok sekunder terpaut saling hubungan tidak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh krn itu sifat interaksi, pembagian kerja,  diatur atas dasar pertimbangan-pertimbagnan rasional obyektif. Para anggota menerima pembagian kerja atas dasar kemampuan / keahlian tertentu, disamping dituntut target dan tujuan tertentu yang telah ditentukan.
b.    Masyarakat Industri. Contoh tukang roti, tukang sepatu, tukang bubut, tukang las




2 GOLONGAN MASYARAKAT

Multikulturalisme dan Kesederajatan
Multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang menekankan pengakuan dan penghargaan pada kesederajatan perbedaan kebudayaan. Tercakup dalam pengertian kebudayaan adalah para pendukung kebudayaan, baik secara individual maupun secara kelompok, dan terutma ditujukan terhadap golongan sosial askriptif yaitu sukubangsa (dan ras), gender, dan umur. Ideologi multikulturalisme ini secara bergandengan tangan saling mendukung dengan proses-proses demokratisasi, yang pada dasarnya adalah kesederajatan pelaku secara individual (HAM) dalam berhadapan dengan kekuasaan dan komuniti atau masyarakat setempat.

Masyarakat Majemuk
Masyarakat majemuk terbentuk dari dipersatukannya masyarakat-masyarakat suku bangsa oleh sistem nasional, yang biasanya dilakukan secara paksa (by force) menjadi sebuah bangsa dalam wadah negara.
Studi kasus:
BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
“ PERILAKU KENAKALAN REMAJA:
Pengaruh Lingkungan Keluarga dan/atau Lingkungan Teman



Opini:
kenakalan remaja bisa terjadi bukan hanya kesalahan dari satu pihak melainkan melibatkan banyak pihak, yang terpenting adalah bagaimana cara memperbaikinya dan itupun semua pihak harus bisa memberi dukungan dan membenarkan si pelaku kenakalan remaja ini

 1.     Masyarakat Non Industri

Kita telah tahu secara garis besar bahwa , kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).


Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Di karenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.
dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasasimpati dan secara sukarela.
Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.

  Kelompok sekunder

Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karen yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan; keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Berlatar belakang dari pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjadi adalah : Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART) seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.

Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91).
Contoh : Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi.

(2) Masyarakat Industri

Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.

Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.

Studi kasus :

Perpustakaan Universitas Indonesia >> UI - Tesis S2
Kewirausahaan masyarakat industri pada sebuah desa di Jawa Studi
Kasus terhadap Munculnya golongan pengusaha industri di desa Loram
Kulon, Kec. Jati, Rah. Kudus
Moh. Solehatul Mustofa
Deskripsi Dokumen: http://www.lontar.ui.ac.id//opac/themes/libri2/detail.jsp

Opini:
Perubahan yang terjadi dalam masyarakat non ke masyarakat industri membuat dampak positif dan negatif,,,dan masyarakat sendirilah yang harus bisa sadar akan dampak yang terjadi dari sikap yang diambilnya

Rabu, 05 Oktober 2011


ISD BAB 2
1.jelaskan pyramid penduduk muda,tua dan stasioner
Jawab  :
Jenis-Jenis Piramida Penduduk

Jenis-jenis piramida penduduk dibedakan menjadi 3, yaitu piramida penduduk muda (ekspansive), piramida penduduk stasioner, dan piramida penduduk tua (konstruktif).
a. Piramida Penduduk Muda (Expansive)
Suatu wilayah yang memiliki angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah sehingga daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Piramida ini dicirikan sebagian besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda.
Contohnya adalah negara-negara yang sedang berkembang, misalnya Indonesia, Malaysia, Filipina, dan India.
b. Piramida Penduduk Stasioner
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran dan angka kematian yang sama-sama rendah (seimbang). Contohnya adalah negara-negara Eropa Barat.
c. Piramida Penduduk Tua (Constructive)
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran yang menurun dengan cepat dan tingkat kematian yang rendah. Piramida ini juga dicirikan dengan jumlah kelompok umur muda lebih sedikit dibanding kelompok umur tua. Contohnya adalah negara-negara yang sudah maju, misalnya Amerika Serikat.

study kasus :
 Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia. Data tentang jumlah penduduk dapat diketahui dari hasil Sensus Penduduk (SP). Sensus penduduk yang telah dilakukan selama ini adalah SP 1930, SP 1961, SP 1971, SP 1980, SP 1990, SP 2000, dan yang saat ini sedang berlangsung Sensus Penduduk 2010. Untuk memenuhi kebutuhan data antara dua sensus, Badan Pusat Statistik melaksanakan Survey Penduduk Antar Sensus (Supas) tiap-tiap tahun yang akhiran dengan angka lima, kecuali Supas 1976. Selama ini telah dilaksanakan Supas 1985, Supas 1995 dan yang terakhir adalah Supas 2005 dan terjadi perhitungan sensus secara manual tanpa ada bantuan teknologi sedikit pun. di salah satu provinsi terpencil, seperti papua nugini(daerah yang masih sedikit terpelosok).

sumber : http://robir08.student.ipb.ac.id/2010/06/19/studi-kasus-di-desa-situdaun-tenjolaya-kab-bogor/

berikan opini : Dengan terjadinya kepadatan penduduk pemerintah melakukan sensus penduduk ke daerah yg padat,diharapkan dapat menyelesaikan masalah yg sedang dialami sehingga masyarakat makmur terjamin



2.PERSEBARAN DAN KEPADATAN PENDUDUK ?
Jawab :

Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak.
Kepadatan ppenduduk adalah angka yang menunjukkan jumlah rata-rata ppenduduk pada setiap Km2 pada suatu wilayah negara.
Faktor-faktor yang memppengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk tiap-tiap daerah atau negara sebagai berikut:
1. Faktor Fisiografis
2. Faktor Biologis
3. Faktor Kebudayaan dan Teknologi

Kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1.Kepadatan penduduk aritmatik sangat mudah dalam perhitungannya. Data kepadatan penduduk aritmatik sangat bermanfaat. Contohnya adalah dengan diketahui tingkat kepadatan penduduk di suatu wilayah, maka dapat digunakan untuk perencanaan penyediaan fasilitas sosial. Jika pada suatu daerah memiliki kepadatan penduduk aritmatik yang rendah, maka penyediaan fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dapat digabung dengan daerah yang berdekatan.
2. Kepadatan penduduk Indonesia antara pulau yang satu dan pulau yang lain tidak seimbang. Selain itu, kepadatan penduduk antara provinsi yang satu dengan provinsi yang lain juga tidak seimbang. Hal ini disebabkan karena persebaran penduduk tidak merata. Sebagian besar penduduk Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa dan Madura. Padahal, luas wilayah pulau Jawa dan Madura hanya sebagian kecil dari luas wilayah negara Indonesia. Akibatnya, pulau Jawa dan Madura memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, sedangkan di daerah-daerah lain tingkat penduduknya rendah. Provinsi yang paling padat penduduknya adalah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
Kepadatan penduduk erat kaitannya dengan kemampuan wilayah dalam mendukung kehidupan penduduknya. Daya dukung lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia tidak sama. Daya dukung lingkungan pulau Jawa lebih tinggi dibandingkan dengan pulau-pulau lain, sehingga setiap satuan luas di Pulau Jawa dapat mendukung kehidupan yang lebih tinggi dibandingkan dengan, misalnya di Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Sumatra.
Kemampuan suatu wilayah dalam mendukung kehidupan itu ada batasnya. Apabila kemampuan wilayah dalam mendukung lingkungan terlampau, dapat berakibat pada terjadinya tekanan=tekanan penduduk. Jadi, meskipun di Jawa daya dukung lingkungannya tinggi, namun juga perlu diingat batas kemampuan wilayah ter sebut dalam mendukung kehidupan.

study kasus : sensus penduduk DKI jakarta
Jumlah penduduk DKI Jakarta akan dibatasi hingga 12 juta jiwa pada tahun 2030. Hal ini dilakukan agar berbagai masalah sosial tidak muncul pada kemudian hari. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus bekerja keras. Pasalnya, berdasarkan sensus penduduk 2010 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) DKI, jumlah penduduk di Ibu Kota mencapai 9,58 juta jiwa.
Dengan demikian, selama 20 tahun ke depan, Pemprov DKI harus menekan laju pertambahan penduduk sebesar 2,42 juta jiwa atau 121.000 jiwa per tahun. Pada sensus penduduk bulan Mei lalu, laju pertambahan penduduk DKI mencapai 1,40 persen atau kira-kira 135.000 jiwa per tahun.
Deputi Gubernur DKI Bidang Pengendalian Penduduk dan Pemukiman, Margani Mustar, mengatakan, pembatasan jumlah penduduk tersebut telah diatur dalam Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Raperda RTRW) DKI 2010-2030. Langkah ini akan dilaksanakan melalui tiga program, yakni Operasi Yustisi Kependudukan, Transmigrasi, dan Keluarga Berencana (KB).
“Ketiga program ini akan kami optimalkan selama 20 tahun ke depan. Hal ini penting dilakukan karena pemicu terjadinya masalah lingkungan dan sosial adalah kepadatan penduduk,” kata Margani di Balai Kota DKI, Rabu (29/9/2010).
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Deded Sukendar optimistis dapat mewujudkan pengendalian jumlah penduduk pada 2030. Dari tahun ke tahun, jumlah penduduk DKI Jakarta selalu mengalami peningkatan. Pada 2008, pihaknya telah mengirim 75 kepala keluarga (KK) ke luar Jawa. Jumlah ini bertambah menjadi 125 KK pada 2009 dan diprediksi meningkat lagi pada tahun ini menjadi 225 KK.
Tahun depan, kata Deded, jumlah penduduk DKI yang bertransmigrasi akan mencapai 500 KK. “Tahun 2030, (pembatasan penduduk) itu mungkin terealisasi. Dalam mengatasi pengangguran, Transmigrasi sangat efektif. Banyak sekali transmigrasi dari Jakarta berjalan baik. Transmigran dari DKI itu bukan untuk bertani, melainkan untuk pelayanan bidang jasa, seperti berdagang dan wirausaha,” papar Deded kepada Kompas.com, Rabu sore.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Tuty Muliaty mengatakan, salah satu langkah untuk menekan tingkat kelahiran penduduk yang efektif dan efisien adalah melalui program KB.
Untuk itu, pihaknya telah melakukan kegiatan sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) DKI No.162 Tahun 2010 tentang Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di seluruh wilayah DKI Jakarta. BPMPKB DKI juga akan memberikan pelayanan gratis terkait perencanaan kelahiran atau KB, khususnya kepada pasangan usia subur (PUS) usia 14 tahun hingga 49 tahun atau masih menstruasi.
sumber : http://www.docstoc.com/docs/6600961/Piramida-Penduduk


Berikan opini :
Semakin kota jakarta makin terus dibanjiri penduduk yaitu sehingga diadakan seleksi transmigrasi,serta meningkatnya tingkat kelahiran.
Namun untuk mengatasi masalah itu dengan mengadakan program KB pada pasangan usia produktif






3.jelaskan pengertian rasio ketergantungan
 Sumber: http://www.datastatisntik-indonesia.com/content/view/212/212/1/4/
Penduduk muda berusia dibawah 15 tahun umumnya dianggap sebagai penduduk yang belum produktif karena secara ekonomis masih tergantung pada orang tua atau orang lain yang menanggungnya. Selain itu, penduduk berusia diatas 65 tahun juga dianggap tidak produktif lagi sesudah melewati masa pensiun. Penduduk usia 15-64 tahun, adalah penduduk usia kerja yang dianggap sudah produktif. Atas dasar konsep ini dapat digambarkan berapa besar jumlah penduduk yang tergantung pada penduduk usia kerja. Meskipun tidak terlalu akurat, rasio ketergantungan semacam ini memberikan gambaran ekonomis penduduk dari sisi demografi.
Definisi
Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua.
  • Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun.
  • Rasio Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun.
Kegunaan
Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Dependency ratio merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
Cara Menghitung
Rasio Ketergantungan didapat dengan membagi total dari jumlah penduduk usia belum produktif (0-14 tahun) dan jumlah penduduk usia tidak produktif (65 tahun keatas) dengan jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun).
Rumus
Dimana
RKTotal = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda dan Tua
RKMuda = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda
RKTua = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Tua
P(0-14) = Jumlah Penduduk Usia Muda (0-14 tahun)
P(65+) = Jumlah Penduduk Usia Tua (65 tahun keatas)
P(15-64) = Jumlah Penduduk Usia Produktif (15-64 tahun)
Contoh
Untuk memudahkan pemahaman tentang perhitungan Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio), di bawah ini diberikan contoh perhitungan dengan menggunakan data SP 2000 (lihat Tabel 1). Langkah pertama adalah menghitung jumlah penduduk yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu kelompok umur muda (0-14 tahun), kelompuk usia kerja 15-64 tahun (umur produktif) dan kelompok umur tua (65 tahun ke atas).
Tabel 1  Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Muda, Umur Produktif, dan Umur Tua, Tahun 2000
Kel. Umur
Jumlah Penduduk
0-14
63 206 000
15-64
13 3057 000
65+
9 580 000
Setelah jumlah penduduk kelompok umur muda (0-14 tahun), umur produktif (15-64 tahun) dan umur tua (65 tahun ke atas) diperoleh. Selanjutnya dapat dihitung rasio ketergantungan (dependency ratio, dengan hasil seperti yang disajikan pada Tabel 2 berikut.
Tabel 2 Rasio Ketergantungan Muda, Tua, dan  Total  Tahun 2000
Keterangan
Rasio Ketergantungan
RKTot
54,7
RKMuda
47,0
RKTua
7,2
Interpretasi
Dari contoh perhitungan di atas, rasio ketergantungan total adalah sebesar 54,7 persen, artinya setiap 100 orang yang berusia kerja (dianggap produktif) mempunyai tanggunagn sebanyak 55 orang yang belum produktif dan dianggap tidak produktif lagi. Rasio sebesar 54.7 persen ini disumbangkan oleh rasio ketergantungan penduduk muda sebesar 47,0 persen, dan rasio ketergantungan penduduk tua sebesar 7,2 persen. Dari indikator ini terlihat bahwa pada tahun 2000 penduduk usia kerja di Indonesia masih dibebani tanggung jawab akan penduduk muda yang proporsinya lebih banyak dibandingkan tanggung jawab terhadap penduduk tua.Rasio ketergantungan ini sudah jauh berkurang dibandingkan dengan keadaan pada saat sensus 1971. Pada tahun 1971 rasio ketergantungan total adalah sebesar 86 per 100 penduduk usia kerja, dan kemudian menurun secara pasti sampai tahun 2000. Penurunan ini terjadi terutama karena penurunan tingkat kelahiran sebagai dampak dari keberhasilan program keluarga berencana selama 30 tahun terakhir.
Studi kasus :

Studi Kasus     : Untuku memudahkan pemahaman tentang perhitungan Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio), di bawah ini diberikan contoh perhitungan dengan menggunakan data SP 2000 (lihat Tabel 1). Langkah pertama adalah menghitung jmlah penduduk yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu kelompok umur muda (0-14 tahun), kelompuk usia kerja 15-64 tahun (umur produktif) dan kelompok umur tua (65 tahun ke atas).
Tabel 1 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Muda, Umur Produktif, dan Umur Tua, Tahun 2000
Kel. Umur Jumlah Penduduk
0-14 63 206 000
15-64 13 3057 000
65+ 9 580 000
Setelah jumlah penduduk kelompok umur muda (0-14 tahun), umur produktif (15-64 tahun) dan umur tua (65 tahun ke atas) diperoleh. Selanjutnya dapat dihitung rasio ketergantungan (dependency ratio, dengan hasil seperti yang disajikan pada Tabel 2 berikut.
Tabel 2 Rasio Ketergantungan Muda, Tua, dan Total Tahun 2000
Keterangan Rasio Ketergantungan
RKTot 54,7
RKMuda 47,0
RKTua 7,2

Berikan opini :
dengan menggunakan program rasio ketergantungan (dependency ration) jumlah penduduk lebih teratasi,sehingga diharapkan tidak terjadi kepadatan penduduk terutama di kota-kota besar












Senin, 03 Oktober 2011

PENGHARAPAN


Hening malam ku sendiri
Bintang bulan ku pandangi
Hari-hari ku lewati
Kngen indah denganmu masih terasa dihati
Rasa sepi dihati
Rasa sepi tak bertepi
TAK ADA CINTA ABADI

Bayangmu khan abadi
Meski kau t'lah pergi 
Disini ku berdiri menantimu kembali 
PERASAAN TERSURAT





Belum waktunya bagiku harus memiliki-mu
tapi...
mungkin suatu saat nanti,hati mu khan mengerti
Kau khan mengharapkan cintaqw dan kembali pada ku..
sedikitpun tak ada ragu untuk menjadikan kau pendamping hidupku
 Ku tak ingin pergi meninggalkan_mu
temani aku dan bahagiakanlah aq
Hingga lepas nafasku
Takkan pernah melepaskanmu
kau lah yang terbaik bagiku    

Sadarkah kau,mencuri hatiku yang t'lah lama mati
kini kau buat hidupku kembali hidup
Yang kurasa,Ku t'lah jatuh cinta
sungguh-sungguh ku tak dapat memusnahkan rasa ini
KUHARAP KAU DAPAT MEMILIKI CINTAKU DENGAN KEKURANGANMU 

Minggu, 02 Oktober 2011


KOMPONEN SISTIM OPERASI

A. Kernel
Sistem operasi adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.
Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi.
Perangkat sistem operasi merupakan bagian terpenting didalam menjalankan suatu perangkat komputer. Sistem operasi merupakan perangkat lunak yang menjembatani antara pengguna dan perangkat keras yang dipergunakan yaitu komputer.
Adapun Sistem operasi tersebut bersifat :
- Multiuser : dapat digunakan oleh banyak user
- Multitasking : dapat melakukan banyak tugas
Monolithic Kernel
Pendekatan monolithic kernel didefinisikan sebagai sebuah antarmuka virtual yang berada pada tingkat tinggi di atas perangkat keras, dengan sekumpulan primitif atau system call untuk mengimplementasikan layanan-layanan sistem operasi, seperti halnya manajemen proses, konkurensi (concurrency), dan manajemen memori pada modul-modul kernel yang berjalan di dalam mode supervisor.
Meskipun jika setiap modul memiliki layanan operasi-operasi tersebut terpisah dari modul utama, integrasi kode yang terjadi di dalam monolithic kernel sangatlah kuat, dan karena semua modul berjalan di dalam address space yang sama, sebuah bug dalam salah satu modul dapat merusak keseluruhan sistem. Akan tetapi, ketika implementasi dilakukan dengan benar, integrasi komponen internal yang sangat kuat tersebut justru akan mengizinkan fitur-fitur yang dimiliki oleh sistem yang berada di bawahnya dieksploitasi secara efektif, sehingga membuat sistem operasi dengan monolithic kernel sangatlah efisien—meskipun sangat sulit dalam pembuatannya. Pada sistem operasi modern yang menggunakan monolithic kernel, seperti halnya Linux, FreeBSD, Solaris, dan Microsoft Windows, dapat memuat modul-modul yang dapat dieksekusi pada saat kernel tersebut dijalankan sehingga mengizinkan ekstensi terhadap kemampuan kernel sesuai kebutuhan, dan tentu saja dapat membantu menjaga agar kode yang berjalan di dalam ruangan kernel (kernel-space) seminim mungkin. http://hadhiee.wordpress.com/tag/shell/
B. Shell
Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna,
Shell adalah penerjemah (command line interpreter) pada Linux. Sering kali shell ini disebut sebagai terminal. Perangkat lunak inilah yang menjadi jembatan antara user dan sisem Linux. Usep cukup memberikan perintah dan shell yang akan menanganinya. Perintah-perintah shell Linux dapat berupa :

Ø  Perintah built-in perintah yang merupakan bagian internal dari shell
Ø  Perintak ekternal perintah yang bukan bagian internal dari shell (dapat berupa utilitas atau program aplikasi)

Shell,baik pada Linuk maupun UNIX digunakan untuk interaksi antara user dengan computernya termaksud juga dalam mengontol session UNIX dan pemrograman (scripting). Unix shell menyediakan sekumpulan intruksi khusus yang dapat digunakan untuk membuat program shell scripts. Ada beberapa jenis shell yang umum ditemukan dalam distro Linux, yakni:Bash dan tcsh

Shell adalah program penerjemah perintah yang dijembatani user dengan sistem operasi. Pada umumnya shell menyediakan prompt sebagai user interface, tempat dimana user mengetikkan perintah-perintah yang diinginkan, baik perintah internal shell ataupun perintah eksternal shell untuk mengeksekusi suatu file program. Disamping itu, shell memungkinkan user menyusun sekumpulan perintah pada sebuah atau beberapa file dengan menggunakan editor teks, untuk dieksekusi seperti layaknya sebuah program. (http://insan.cahbag.us/2008/11/perintah-dasar-shell-linux.html)
 C. Program Utility
 Utilitas (utility) adalah program yang disedikan sistim Linux untuk melaksanakan tugas tertentu. Jumlah banyak dengan fungsi yang beraneka ragam. Beberapa kelompok utilitas dilitas dilihat dari fungsinya :
a.       Utilitas manajemen file dan direktori,utilitas kelompok ini sangat bermanfaat untuk melakukantugas yg berhubungan dengan file dan direktori,misalnya untuk membuat direktori dan menghapus file. Utilitas penyunting file. Utilitas ini sering disebut editor,sangat bermanfaat untuk membuat program atau menyimpan informasi tertentu ke dalam file;
b.      Utilitas penunjang komunikasi dan jaringan. Utilitas ini  bermanfaat untuk melakukan komunikasi antar user. Bahkan user dapat mentransfer data antar system
c.       Utilitas administrasi sistem. Utilitas ini berguna bagi administrator system untuk mengelolah system. Misalnya untuk menciptakan nama user baru dan mendaftarkan printer pada system;
d.      Utilitas pemrogaman C. Utilitas ini berguna untuk membuat program aplikasi dengan bahasa C;
e.       Utilitas penganalisa unjuk kerja sistim. Utilitas ini dapat digunakan oleh administrator system untuk menganalisis unjuk kerja sistim,sehingga dapat melakukan pensettingan guna meningkatkan unjuk kerja;
f.       Utilitas untuk keperluan backup dan restore. Utilitas ini bermanfaat untuk menyalin untuk memindahkan data atau program ke media ekternal seperti magnetic tape atau sebaliknya.

Definisi Program Utility
Program Utility adalah program-program(dalam hal ini pada Windows) yang memiliki kegunaan yang besar untuk berbagai macam kebutuhan.
o Macam-macam Program Utility:
  • Utility Internal
  • Utility external
tapi disini hanya akan dijelaskan tentang utility internal saja.
Utility internal adalah utility yang sudah ada pada windows kita secara default sudah terinstall pada saat kita selesai menginstall Windows.
Contoh: Notepad untuk menulis, Windows Media Player (multimedia), Games(permainan), Calculator untuk menghitung, Paint untuk menggambar.
Selain itu, ada yang lebih penting bagi Windows adalah DEFRAG.
Manfaat DEFRAG:
· Mengatur kembali tata letak file-file yang rusak atau kacau karena penghapusan dan penulisan.
· Menghapus jejak file yang tidak hilang saat penghapusan.
Defrag ini biasanya dilakukan kurang lebih 1-2 minggu sekali. Utility internal ini banyak terdapat di Control Panel, misalnya: fonts, add remove, printer system dan lain-lain
Berikut beberapa manfaat system tool
System Restore
System Restore membantu mengembalikan sistem komputer file-file ke sebuah titik awal waktu. Ini adalah cara untuk membatalkan perubahan sistem ke komputer tanpa mempengaruhi file pribadi , seperti e-mail, dokumen, atau foto.
Kadang-kadang, instalasi dari sebuah program atau sopir dapat menyebabkan perubahan yang tak terduga ke komputer atau menyebabkan Windows untuk berperilaku tak terduga. Biasanya, uninstall program atau driver bisa memperbaiki masalah. Jika menguninstall tidak mengatasi masalah, dapat mencoba memulihkan sistem komputer ke tanggal yang lebih awal ketika semuanya bekerja dengan benar.
Pemulihan Sistem menggunakan fitur yang disebut perlindungan sistem untuk secara teratur membuat dan menyimpan restore point pada komputer . Titik pemulihan ini berisi informasi tentang pengaturan registri dan informasi sistem lainnya.(http://yoga-doang.blogspot.com/2010/10/definisi-program-utility-program.html)
Utility adalah kegunaan
Utility internal adalah utility yang sudah ada pada Windows kita, secara default sudah terinstall pada saat kita selesai menginstall Windows.
Program Utiliy internal yang sangat penting bagi Windows adalah DEFRAG.Manfaat Defrag Mengatur kembali tata-letak file-file yang rusak/kacau karena penghapusan dan penulisan.Menghapus jejak file yang tidak hilang pada saat penghapusan. (http://www.google.com/url?sa=t&source=web&cd=2&ved=0CC0QFjAB&url=http%3A%2F%2Flecturer.ukdw.ac.id%2Fanton%2Fdownload%2FMODUL%25202%2520Utility%2520Windows.ppt&rct=j&q=pengertian%20program%20utility&ei=1QCITuyoAsfirAfyq52JBA&usg=AFQjCNHXZBDN6ePahJ8g6btCcG7wY7_j0A&cad=rja

Sabtu, 01 Oktober 2011

JODOH

HEM...
Katanya sih bertemu dengan jodoh itu jorok,maksudnya kita bisa ketemu jodoh kita dalam keadaan apapun,dimanapun,bagaimanapun,dan dalam kondisi bagai manapun.saat kita berada di tempat kotor yg kita pikir itu tidaklah mungkin namun bisa saja bertemu.

 Janganlah takut kita tak akan bertemu dengan jodoh kita,sudah ada yang mengatur,setiap manusia pastilah telah dipasang-pasangkan tak mungkin kita khan hidup sendiri didunia ini pastilah berpasangan,hanya saja berbeda-beda waktu 

Namun didalam kita mencari jodoh kita,perlu berdoa,iktiar,dan bersabar insyaalloh kita khan mendapat yang terbaik untuk kita,taukah pepetah 
"seseorang yang baik maka akan mendapatkan yang baik pula,namun sebaliknya orang yang jahat maka akan dapat yang seprti itu pula"

PERTEMANAN

Pertemanan sangatlah indah,kami dari beragam suku,budaya,agama tetapi kami dapat bersatu.Saling menghormati satu sama lain,memahami adalah kunci mengawali pertemanan,meskipun kami baru saling bertemu tetapi kami sudah terasa sangatlah dekat bgitu erat,masa kuliah yang begitu berat dan terasa penat namun karena sesosok teman semua prasaan itu hilang
LOVE YOU FRIENDS 
jagalah perteman disekitar kita agar hidup ini dapat kita lalui dengan indah dan menyenangkan